UNTUK MENDAPATKAN BULETIN AL-IMAN DALAM BENTUK PDF KLIK TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3

Home » , , » KETIKA FITNAH WANITA DATANG MENYAPA

KETIKA FITNAH WANITA DATANG MENYAPA

Written By Unknown on Senin, 01 April 2013 | 08.35






Sudah menjadi ketetapan Allah atas hamba-Nya bahwa ia akan menghadapi banyak fitnah dan godaan, baik syubhat maupun syahwat, sebagaimana yang dapat disaksikan di tengah-tengah kita sekarang ini. Dari segi syubhat, banyak sekali pemikiran menyimpang yang diteriakkan oleh kelompok-kelompok tertentu. Betapa banyak amalan-amalan baru dalam agama yang dianggap sebagai ibadah, dan yang tidak kalah menyedihkan adalah fitnah syahwat yang telah tersebar luas. Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam dengan kasih sayang beliau kepada umatnya telah mengingatkan akan datangnya fitnah tersebut supaya kita berhati-hati dan terus waspada dalam menghadapinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

 “Bersegerala kalian dalam beramal, sebelum datang fitnah (godaan) yang kedatangannya seperti potongan malam yang gelap gulita, bahkan karena begitu besarnya fitnah pada saat itu, seseorang yang pada pagi hari dalam keadaan beriman, namun di sore hari ia berubah menjadi kafir, dan seseorang yang kafir di pagi harinya namun pada sore hari, dia berubah menjadi seorang yang beriman. Ia menjual agamanya dengan perhiasan dunia.” (HR. Muslim, Tirmidzi, Ahmad)

Fitrah Manusia Mencintai Keindahan 

Di antara fitnah syahwat adalah godaan wanita. Adalah tabiat manusia mencintai keindahan dan keelokan (di antaranya adalah wanita). Allah ta’ala pun telah mengabarkan kepada kita tentang hal tersebut.
Allah ta’ala berfirman:

p q r s t u   v w x y z {  | } ~  ¢ £ ¤  ¥¦ § ¨ © ﯚ « ﱬ
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)”.  (QS. Ali Imran: 14)
Karena mengetahui tabiat ini, setan pun memanfaatkan pintu kecintaan terhadap wanita untuk menggelincirkan manusia khususnya kaum lelaki, sebagaimana janji permusuhannya terhadap manusia yang telah ia ikrarkan, bahwa ia tidak akan tinggal diam dalam menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Ia menghembuskan bisikan-bisikannya kepada kaum wanita agar mereka menampakkan perhiasan dan keelokannya kepada khalayak umum, sehingga terjadilah fitnah dan godaan sebagaimana yang telah menyebar pada zaman ini.
Fitnah yang hampir tidak dapat dihindari oleh seorang hamba terutama pada saat ini, fitnah yang hampir tidak ada satu tempat pun untuk dapat lepas darinya. Fitnah tersebut telah menyebar di jalanan, pasar, begitu pula di berbagai media cetak dan elektronik, di dunia nyata maupun dunia maya. Betapa banyak keindahan, kecantikan dan keelokan wanita dipajang di berbagai tempat, bahkan telah menjadi bumbu untuk melariskan barang dagangan. Hampir tidak ada satu barang pun yang ditawarkan baik di media cetak maupun elektronik kecuali mengeksploitasi kecantikan dan keelokan wanita.

 Peringatan akan Kedatangannya 

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya dari kedatangan fitnah wanita tersebut. Dari Abu Sa’id al Khudri radhiyallahu ‘anhu ia berkata, bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً، أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

 “Tidaklah aku tinggalkan setelahku nanti sebuah ujian yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki melebihi godaan wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Fitnah wanita merupakan fitnah yang pertama kali terjadi di tengah-tengah Bani Israil. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjelaskan:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ وَخَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلُ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

 “Sungguh dunia itu manis dan elok, dan Allah menjadikan kalian khalifah di atasnya kemudian Dia mengawasi apa yang kalian lakukan, berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan berhati-hati pulalah kalian dari wanita, karena ujian yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah wanita.” (HR. Muslim)


Jalan Keluar dari Fitnah 

Di antara jalan keluar dari fitnah wanita adalah:

1) Bertakwa Kepada Allah ta’ala

Setelah mengetahui kabar yang disampaikan Nabi yang mulia shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kedatangan fitnah wanita adalah suatu kepastian, maka wajib bagi seorang hamba untuk membekali dirinya dalam menghadapi fitnah tersebut dengan cara bertakwa kepada Allah. Hakikat takwa adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh para ulama: “Engkau berbuat ketaatan kepada Allah, di atas cahaya ilmu dari-Nya, karena mengharap pahala-Nya, dan engkau meninggalkan kemaksiatan, di atas cahaya ilmu dari-Nya, karena takut akan azab-Nya”.
Sehingga ketika datang godaan wanita kepada kita maka hendaknya kita mengingat bahwasanya di balik kemaksiatan itu ada ancaman dari Allah bagi pelakunya, dan ada ganjaran yang Allah sediakan bagi yang meninggalkannya.
Takwa merupakan pondasi setiap kebaikan dan keutamaan. Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjamin kepada hamba yang mampu bertakwa dan bersabar dari fitnah wanita bahwasanya pada hari kiamat kelak dia akan mendapat naungan dari Allah ta’ala.
Bertakwa dan bersabar dari fitnah wanita dan mengedepankan keridhaan Allah daripada hawa nafsu termasuk sebaik-baik amalan yang dapat mendekatkan hamba kepada Rabb-nya. Allah berfirman: “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Nazi’at: 40-41)

2) Segera Menikah

Menikah merupakan solusi ampuh agar terhindar dari fitnah wanita. Menikah juga merupakan jalan bagi seseorang dalam menunjukkan kesungguhan dan kebenarannya dalam mengungkapkan rasa cintanya. Nabi shallallahu’alihi wa sallam bersabda:

لَمْ يُرَ لِلْمُتَحَابَّينِ مِثْلُ النِّكَاحِ

 “Tidak dijumpai dua orang yang mencintai dengan cinta yang hakiki, kecuali setelah ada ikatan tali pernikahan.” (HR. Ibnu Majah, Al-Hakim, Baihaqi)
Beliau juga bersabda: “Wahai sekalian pemuda, siapa saja dari kalian yang telah mampu untuk menikah maka hendaklah ia menyegerakannya, karena dengan tali pernikahan, lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

3) Menjaga Diri dengan Berpuasa

Bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah, sebagaimana lanjutan hadis di atas, hendaknya ia berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan: “Dan bagi yang belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena puasa merupakan penekan hawa nafsu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maka wajib baginya untuk bertakwa dan bersabar di antaranya dengan membiasakan diri untuk berpuasa. Karena dengan puasa, nafsu seorang hamba dapat ditekan, sehingga hal tersebut akan membentengi dirinya dari terjatuh ke dalam kemaksiatan yang disebabkan oleh godaan wanita.

4) Menjaga Pandangan

Di antara sebab-sebab lain yang ampuh agar dapat terhindar dari fitnah wanita adalah menjaga pandangan dan kemaluan. Allah berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An-Nur: 30)

Sebuah Janji Kebahagiaan

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah menjamin surga bagi hamba yang dapat menjaga kemaluannya, beliau mengatakan:

مَنْ يَضْمَنُ لِي مَا بَينَ لِحْيَيْهِ وَبَيْنَ رِجْلَيْهِ، أَضْمَنُ لَهُ الْجَنَّةَ

Barangsiapa menjamin bagiku, dia mampu menjaga lisan dan kemaluannya, niscaya aku jamin baginya surga.” (HR. Bukhari)
Semoga Allah memberi taufik kepada kita agar dapat bersabar dan dijauhkan dari perbuatan maksiat. Dan semoga kita diberi perlindungan dari segala fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi dan juga mewafatkan kita di atas keimanan dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya kelak. Amin.
| Oleh :  Catur Baro Hapsako |



0 komentar:

Buletin Terbaru

Radom Post

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS