UNTUK MENDAPATKAN BULETIN AL-IMAN DALAM BENTUK PDF KLIK TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3

Home » , , » MENGAPA KITA HIDUP DI DUNIA?

MENGAPA KITA HIDUP DI DUNIA?

Written By Unknown on Senin, 01 April 2013 | 09.07




Kehidupan dan kematian bagaikan dua sisi mata uang yang tak pernah bisa dipisahkan. Siapa pun dan apa pun yang hidup di dunia ini pasti akan merasakan kematian. Betapapun seseorang itu tak menginginkannya, baik yang tua ataupun yang muda, yang kecil ataupun yang besar, si kaya maupun si miskin, yang kuat maupun yang lemah, kematian tetap akan menjemputnya, meskipun tidak ada yang tahu kapan dan di mana seseorang itu akan mati dan bagaimana pula akhir kematiannya. Allah ta’ala berfirman:
ﱭ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰﮱ ﯓ ﯔ ﯕ    ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﱬ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran: 185)

HAKIKAT KEHIDUPAN DUNIA

Pernahkah kita memperhatikan tentang hakikat kehidupan manusia di dunia ini. Sungguh dahulunya kita adalah sesuatu yang tidak ada dan tak berarti apa-apa, tak terlihat oleh mata dan tak teraba oleh indra. Dari ketiadaan inilah Allah Yang Maha menghidupkan dan Maha mematikan memulai penciptaan kita dari air mani, kemudian berubah menjadi segumpal darah, setelah itu menjadi sekerat daging, lalu malaikat –dengan izin Allah– meniupkan ruh ke dalamnya, Allah menyempurnakan penciptaan kita dalam tahapan-tahapan berikutnya.
Kemudian kita hidup di dunia ini, dari sejak bayi hingga masa kanak-kanak, kemudian menjadi remaja, dan akhirnya menjadi tua. Setelah itu hanyalah sisa-sisa umur, dimana kita menunggu saat-saat datangnya ajal menjemput kita. Ketika itulah, segala kehidupan dunia yang pernah kita rasakan akan sirna tanpa tersisa, dan berhenti tanpa bisa ditunda.
Sejak saat itulah, kita menetap di dalam kubur yang gelap dan pengap, tanpa teman dan tanpa bantal. Saat itulah kita sangat amat berharap ada cahaya yang menerangi kita atau teman yang menemani, saat itulah hanya Allah ta’ala saja yang dapat menolong kita, dan menjaga kita dari kengerian alam kubur.
Sudah menjadi keharusan bagi manusia untuk selalu ingat akan nikmat-nikmat Allah yang ia rasakan di dunia untuk senantiasa disyukuri dan dipergunakan dalam perkara-perkara yang diridai oleh-Nya.

HIDUP UNTUK BERIBADAH

Sesungguhnya diciptakannya jin dan manusia beserta seluruh apa yang ada di dunia ini bukanlah hanya sebuah kesia-siaan belaka, tetapi semuanya tercipta adalah untuk sebuah tujuan yang sangat mulia, yaitu beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah berfirman:
ﱭ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﱬ
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya beribadah kepada-Ku (mentauhidkan-Ku).” (QS. adz-Dzariyat: 56)
Oleh karena itulah, sudah menjadi keharusan bagi siapa saja yang menginginkan kesuksesan di akhirat kelak, untuk senantiasa beribadah kepadanya dengan sebenar-benarnya ibadah, dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya.
Banyak kita lihat dari kalangan kaum muslimin yang sangat sibuk dan bersungguh-sungguh mencari harta dunia mulai dari pagi sampai malam, tetapi ketika azan salat dikumandangkan, ia masih sibuk dalam urusannya tanpa memperhatikan salatnya, bahkan meremehkan dan meninggalkannya, seolah-olah mereka melihat bahwa salat itu adalah sesuatu yang tidak bermanfaat yang hanya mengganggu kehidupannya. Hal ini tentunya adalah sebuah kerugian yang amat besar baginya, yang akan ia tanggung kelak di hari kiamat. Pada hari dimana harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.
Seseorang yang meninggalkan salat maka ia masuk dalam ancaman Allah subhanahu wa ta’ala berupa siksa api neraka yang menyala-nyala yang di dalamnya ia dibakar hidup-hidup dan disiksa. Allah ta’ala berfirman:
ﱭ ﰖ ﰗ  ﰘ ﰙ     ﰚ ﰛ ﰜ   ﰝ  ﰞ ﰟ  ﰠ ﱬ
“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar?”, mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. al-Muddatsir: 42-43)
Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala juga menyuruh manusia agar berdoa kepada-Nya, sehingga Ia akan mengabulkannya, dan mengancam orang-orang yang sombong tidak mau berdoa dan beribadah kepadanya. Firman-Nya:
ﱭ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ      ﭪ ﭫ ﱬ
“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku, akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)

BEKAL MENUJU KEMATIAN

Setelah kita mengetahui akan beratnya perjalanan menuju negeri akhirat dan ancaman bagi orang yang tidak mau beribadah kepada Allah, maka kita harus menggunakan hidup kita untuk menyiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya guna menghadapi kehidupan setelah kematian, dengan ibadah-ibadah yang telah disyariatkan kepada kita. Allah pun memerintahkan kita untuk berbekal dengan ketakwaan, karena sebaik-baik bekal adalah takwa. Allah ta’ala berfirman:
ﱭ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﱬ
“Dan berbekalah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” (QS. al-Baqarah: 197)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan kepada kita tentang amalan yang tak akan putus pahalanya meskipun pelakunya telah meninggal dunia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Jika manusia mati maka terputuslah amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. an-Nasa’i)
Akhirnya semoga Allah melindungi kita dari kelalaian dalam beribadah kepada-Nya dan memudahkan kita dalam bertakwa kepada-Nya, menyelamatkan kita dari siksa kubur dan siksa api neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
| Oleh :  Ari Wijayanto |



0 komentar:

Buletin Terbaru

Radom Post

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS