UNTUK MENDAPATKAN BULETIN AL-IMAN DALAM BENTUK PDF KLIK TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3
Home » » KEUTAMAAN BERSHOLAWAT

KEUTAMAAN BERSHOLAWAT

Written By buletin al-iman on Sabtu, 09 Februari 2013 | 15.42





KEUTAMAAN BERSHOLAWAT
          
Segala puji bagi Allah. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,

           Sholawat kepada Nabi n merupakan salah satu ibadah mulia yang diperintahkan Allah azza wa jalla kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Perintah ini tertulis di dalam al-Qur`anul Karim surat al-Ahzab ayat 56. Allah ta’ala berfirman:

Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS. al-Ahzab: 56)
           Rasulullah n  pun memerintahkan kita untuk bersholawat kepadanya melalui lisannya yang mulia: Bersholawatlah kalian kepadaku, sebab barangsiapa bersholawat kepadaku sekali saja, niscaya Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. (HR. Muslim)
           Bahkan Nabi n mencela orang yang tidak bersholawat ketika nama beliau disebut di hadapannya dengan menyebutnya sebagai orang yang kikir alias pelit. Rasulullah n bersabda: Orang kikir adalah siapa yang disebut namaku di hadapannya, namun dia tidak bersholawat kepadaku. (Shohih Sunan at-Tirmidzi, 3/458)

MENCONTOH SHOLAWAT NABI n
           Ucapan sholawat dan salam kepada Rasulullah n memiliki banyak keutamaan. Dengannya seorang dapat meraih ganjaran yang melimpah. Hal ini bisa terwujudkan dengan syarat tata cara pelaksanaannya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad n. Sebab sholawat adalah ibadah, sedangkan ibadah tidak akan diterima apabila tata cara pelaksaannya tidak sesuai dengan yang dicontohkan oleh beliau.
Manusia tidak diperbolehkan mengarang-ngarang lafazh sholawat kemudian menyatakan bahwa membaca lafazh sholawat tersebut adalah ibadah. Atau ia menyatakan, apabila sholawat tersebut dibaca sekian kali maka akan mendatangkan rizki dan ketenangan hati serta dapat menghindarkan diri dari musibah dan malapetaka serta sederet iming-iming lainnya. Ketahuilah, hal seperti ini tidak dibenarkan sama sekali kecuali apabila ada keterangan dari al-Qur`an atau hadits Nabi n.
KEUTAMAAN BERSHOLAWAT
           Berikut ini kami suguhkan kepada pembaca beberapa keutamaan bersholawat kepada Nabi n.
1.      Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali.
           Di antara cinta dan kasih sayang Allah terhadap para hamba-Nya adalah dilipatgandakannya pahala kepada siapa saja yang beribadah kepada-Nya. Pelipatgandaan seperti ini juga Allah ta’ala sediakan bagi orang yang bersholawat kepada Rasulullah n. Dari Abu Hurairah z bahwasanya Rasulullah n bersabda : Barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershawat kepadanya sepuluh kali. (HR. Muslim)
                Berkenaan dengan bersholawat pada hari jumat Rasulullah n bersabda: “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari jumat, karena sesungguhnya aku tadi didatangi jibril dari Rabb-nya U lalu berkata: “Tiada seorang muslim pun di muka bumi  ini yang bersholawat kepadamu satu kali, melainkan Aku dan para malaikat-Ku bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali.” (Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 1673)
           Menjelaskan makna sholawat Allah azza wa jalla kepada hamba-Nya, al-Qodhi v berkata: “Maksudnya adalah rahmat dari Allah dan dilipatgandakannya pahala baginya.“
2.       Dihapuskannya sepuluh dosa dan diangkat sepuluh derajat.
           Keutamaan bersholawat kepada Nabi n tidak hanya sebatas pelipatgandaan pahala semata, namun masih banyak keistimewaan lainnya yang menggiurkan hati orang yang beriman untuk bisa melakukannya lebih banyak lagi. Adapun di antara keutamaan bersholawat yang lainnya, akan dihapuskannya sepuluh dosa dan diangkatnya sepuluh derajat.
           Abu Tholhah al-Anshori z berkata: Pada suatu hari Rasulullah n dalam kondisi yang sangat baik, tampak pada wajahnya kegembiraan, maka para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, ada apa gerangan pada hari ini engkau dalam kondisi yang amat baik, tampak pada wajahmu kegembiraan?
           Beliau n menjawab:
Benar, telah datang utusan dari Rabb-ku, ia berkata: Barang siapa yang bersholawat kepadamu dari umatmu sekali saja, niscaya Allah akan mencatat baginya sepuluh kebaikan, menghapusnya darinya sepuluh kejelekan, mengangkat baginya sepuluh derajat, dan membalas kepadanya seperti sholawat itu. (Shohih at-Targhib wa at-tarhib, no. 1661)
3.      Orang yang paling banyak bersholawat adalah orang yang paling utama bersama Rasulullah n
     Seorang muslim tentu mengharapkan kebersamaan Allah dan rasul-Nya. Adapun kebersamaan Allah azza wa jalla maka dapat digapai dengan senantiasa bertakwa kepada-Nya dan berbuat kebaikan. Allah ta’ala berfirman:

 Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat
kebaikan. (QS. an-Nahl: 128)
           Sedangkan kebersamaan Rasulullah n dapat digapai dengan banyak-banyak bersholawat kepada beliau. Ketika menjelaskan hal ini, Rasulullah n bersabda:
Sesungguhnya orang yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku. (Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, no. 1668)
           Setelah membawakan riwayat ini Ibnu Hibban v berkata: “Pada hadits ini terdapat dalil bahwasanya orang yang paling pantas bersama Rasulullah n pada hari kiamat adalah para ahli hadits. Sebab, dalam umat ini tidak ada suatu kaum yang paling banyak bersholawat kepada beliau melebihi mereka.” (at-Ta’liq al-Hisan, 2/258-259)
4.     Mendapat sholawat (doa) dari para malaikat.
     Keterangan ini berdasarkan hadits Amir bin Rabi’ah, bahwasanya Rasulullah n bersabda: Tidaklah seorang hamba bersholawat kepadaku, melainkan para malaikat senantiasa bersholawat untuknya selama ia bersholawat kepadaku, maka silakan bersholawat sedikit atau banyak. (Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, 2/294, no. 38 & 55)
     Sekiranya kita didoakan kebaikan oleh makhluk Allah yang ada di bumi sungguh kita akan merasa begitu bahagia. Lalu bagaimana gembiranya hati ini ketika yang mendoakan kita adalah makhluk Allah yang ada di langit yang senantiasa taat kepada-Nya, tidak pernah bermaksiat dan selalu bertasbih tanpa merasa jenuh?!

5.       Balasan bagi orang yang bersholawat setelah mendengar adzan.
           Agama Islam sangat perhatian dengan masalah adab. Salah satunya adab-adab yang berkaitan dengan masalah adzan. Bagi orang yang mendengarkan adzan, dianjurkan melakukan sebuah adab setelah mendengarkan kumandang adzan, yakni bersholawat kepada Nabi n. Berkenaan dengan keutamaannya, marilah kita perhatikan sabda Nabi n berikut ini. Rasulullah n bersabda:
Apabila kamu mendengar muadzin mengumandangkan adzan, ucapkanlah seperti apa yang diucapkan. Kemudian bersholawatlah kepadaku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bersholawat kepadaku satu kali niscaya Allah akan bersholawat kepadanya sebanyak sepuluh kali. Setelah itu mintalah (kepada Allah) al-wasilah untukku, karena al-wasilah itu suatu manzilah (kedudukan yang mulia) di surga, yang tidak sepatutnya diberikan kecuali untuk seorang hamba Allah. Dan aku berharap semoga akulah hamba itu. Maka barangsiapa yang memohon al-wasilah untukku, ia akan mendapatkan syafaatku. (HR. Muslim, no. 849)
6.       Anjuran memperbanyak sholawat di hari Jumat dan keutamaannya.
            Hari jumat merupakan hari yang mulia bagi kaum muslimin. Ia memiliki keutamaan dan beberapa tuntunan yang tidak dimiliki oleh hari yang lain. Dan di antara tuntunan Nabi n pada hari itu adalah anjuran untuk memperbanyak bersholawat kepada beliau. Dari Anas bin Malik z, dari Nabi n, beliau bersabda:
Perbanyaklah bersholawat kepadaku di hari jum’at karena sesungguhnya aku tadi didatangi Jibril dari Rabbnya U lalu berkata:“ Tiada seorang muslim pun dimuka bumi ini yang bersho- lawat kepadamu satu kali, melainkan Aku dan para malaikat-Ku bersholawat kepadanya
sepuluh kali. (Hadits hasan lighoirihi. Lihat: Shohih at-Targhib wa at-Tarhib, 2/292, no. 1662)
7.      Orang yang  bersholawat akan diampuni dosanya dan dicukupkan urusan dunia dan akhiratnya.
Penjelasan seperti ini pernah diceritakan oleh Ubay bin Ka’ab z, ia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku ingin memperbanyak sholawat kepadamu. Oleh sebab itu, berapa banyakkah dari doaku yang aku jadikan untuk sholawat kepadamu?” Beliau berkata:“Terserah kamu.” Ubay bertutur, aku berkata: “Apakah seperempatnya?”  Beliau bersabda: “Terserah kamu, namun jika engkau menambah, itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Apakah setengahnya?” Beliau bersabda: “Terserah kamu, namun jika engkau menambah, itu lebih baik bagimu.” Ubay berkata: “Apakah duapertiga?” Beliau bersabda: “Terserah kamu, namun jika engkau menambah, itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: “Aku jadikan semua doaku untukmu. Beliau pun bersabda: “Jika demikian, akan dicukupkan semua keinginanmu dan diampunkan semua dosamu.” (Shohih Sunan at-Tirmidzi, 2/589-590)
8.      Doa yang diawali dengan memuji Allah dan sholawat kepada Nabi n akan dikabulkan.
            Di antara adab berdoa adalah mengawali doa dengan memuji Allah dan bersholawat kepada Rasulullah n. Doa seperti inilah yang akan Allah ta’ala kabulkan.
            Abdullah bin Mas’ud z pernah berkata: “Aku pernah mengerjakan sholat. Ketika aku duduk, kuawali dengan  menyanjung Allah ta’ala kemudian membaca sholawat kepada nabi lalu berdoa untuk diriku. Nabi n bersabda:
Mintalah, pasti engkau akan diberi! mintalah, pasti engkau akan diberi.” (Shohih Sunan at-Tirmidzi, 1/326-327, no. 593)
            Demikianlah beberapa keutamaan bersholawat kepada Nabi Muhammad n. Semoga tulisan ini menambah ilmu kita dan menambah semangat diri kita untuk bersholawat kepada beliau n. Wallahu ta’ala a’lam.

[Disarikan dari buku Fadhilah Shalawat Kepada Nabi n karya Ust. Mubarak Bamualim hafizhahullah dengan beberapa tambahan]
(Oleh : Auliya Ramdanu)



0 komentar:

Buletin Terbaru

Radom Post

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS