UNTUK MENDAPATKAN BULETIN AL-IMAN DALAM BENTUK PDF KLIK TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3
Home » , , , » KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

Written By buletin al-iman on Kamis, 14 Februari 2013 | 07.53




Sungguh tidak terasa kehidupan di dunia ini, hari demi hari lewat begitu
cepat, terasa bagaikan sekedip mata saja. Setahun bagaikan sebulan, sebulan
bagaikan seminggu, dan seminggu bagaikan sehari. Seakan-akan baru kemarin kita
melaksanakan puasa di bulan Ramadhan, tapi tidak terasa kita telah
berada pada bulan yang penuh pahala, di mana banyak kaum muslimin yang
merindukan datangnya bulan penuh berkah ini. Hari-harinya penuh dengan
segala keberkahan, setiap detik dan menit kita dipacu untuk tidak melewatkannya.
Begitu mahal dan berharganya perjalanan dan ritme kehidupan selama
sebulan ini.

Alangkah ruginya apabila kita melepaskan peluang-peluang emas yang hadir di
depan mata. Ketahuilah dia adalah bulan suci Ramadhan, yang di dalamnya ada suatu
amalan yang agung yaitu puasa Ramadhan, yang diwajibkan bagi setiap muslim di
seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan puasa ini. Sebagaimana diketahui bahwa
puasa adalah salah satu ibadah terbesar dan sebaik-baik amalan ketaatan.

Puasa Ramadhan adalah puasa tertinggi bagi muslim yang Allah subhanahu wa
ta’ala memberi balasan yang berlipat-lipat bagi yang mengerjakannya, dikhususkan
baginya dengan pintu surga dan dipanggillah orang-orang yang berpuasa untuk
masuk lewat pintu tersebut, dan tidak akan memasuki surga lewat pintu tersebut
kecuali orang-orang yang berpuasa. Banyak sekali keutamaan puasa pada bulan
Ramadhan yang dikabarkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Diantara keutamaan
puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Puasa diwajibkan atas umat sebelum kita

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam al-Qur’an:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagai-mana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”
(QS. al-Baqarah: 183)

Ibadah puasa yang juga diwajibkan atas umat-umat sebelum kita ini menunjukkan
akan keagungan ibadah tersebut. Walaupun puasa mereka berbeda dengan puasa kita,
ini menandakan bahwa amalan ini sangatlah agung di sisi Allah subhanahu wa ta’ala.

2. Puasa sebab diampuninya dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan pengharapan (pahala),
maka diampuni untuknya dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Di dalam hadits tersebut terdapat kabar gembira bagi kita yang melaksanakan
puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala dari Allah ta’ala
serta ridha atas wajibnya puasa Ramadhan tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala akan
mengampuni dosa-dosa kita yang telah lampau. Karena jika seseorang telah yakin
dan ridha akan wajibnya puasa serta tidak benci atas kewajiban puasa Ramadhan,
yakin terhadap pahala dan ganjaran yang akan didapat, maka dia akan diampuni dosa-
dosanya yang terdahulu. Dan itu semua merupakan suatu bentuk kasih sayang Allah
subhanahu wa ta’ala kepada kaum muslimin yang senantiasa taat dalam menjalankan
perintah-Nya, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Pahala puasa tidak terikat dengan jumlah tertentu, akan tetapi diberikan
kepada orang yang berpuasa tanpa ada batasan

Berkaitan dengan keutamaan ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjelaskan:

“Semua amalan anak Adam untuknya, setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi
sepuluh kali kebaikan dan akan dilipatgandakan lagi menjadi tujuh ratus kali kebaikan.
Allah berfirman: Kecuali puasa, karena amalan itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan
membalasnya, sebab ia meninggalkan syahwatnya dan makanannya demi Aku.” (HR.
Muslim)

4. Dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa

Kebahagiaan yang pertama adalah kebahagiaan ketika berbuka puasa setelah
menahan nafsu, lapar dan dahaga sehari penuh. Dalam hal ini disyariatkan
untuk segera melaksanakan buka puasa. Sebagaimana hadits dari Sahl bin Sa’d
radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia akan tetap berada dalam kebaikan apabila menyegerakan berbuka puasa.” 
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kebahagiaan yang kedua adalah ketika menjumpai Allah subhanahu wa ta’ala di
akhirat dengan dimasukkannya ke dalam surga-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjelaskan:

“Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: kebahagiaan pertama ketika
berbuka puasa, dan kebahagiaan kedua ketika berjumpa dengan Tuhan-nya.” 
(Muttafaq ‘alaihi)

5. Puasa akan memberi syafa’at kepada orang yang berpuasa pada hari kiamat

Sebagaimana al-Qur’an akan memberikan syafa’at di akhirat kelak kepada orang
yang membacanya, maka puasa pun juga akan memberi syafa’at kepada orang yang
berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa dan al-Qur’an memberi syafa’at bagi seorang hamba pada hari kiamat.
Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makanan dan syahwat,
maka berikanlah syafa’at kepadanya. Al-Qur’an juga berkata: Wahai Rabb, aku telah
menahannya dari tidur di malam hari maka berilah syafa’at kepadanya. Rasulullah
berkata: maka keduanya memberi syafa’at.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan al-Hakim)

6. Puasa dapat memasukkan seorang hamba ke dalam surga

Puasa yang dikerjakan seorang hamba dapat menjauhkan dirinya dari api neraka, yang
berarti ia dapat mendekatkan dan memasukkannya ke dalam surga dengan izin Allah
subhanahu wa ta’ala.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai
Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke dalam
surga.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Hendaklah engkau melaksanakan puasa, karena tidak ada amalan yang semisal
dengannya.” (HR. an-Nasa’i, Ibnu Hibban dan al-Hakim)

Itulah sebagian dari keutamaan puasa bulan Ramadhan. Masih banyak lagi
keutamaan-keutamaan puasa yang lainnya. Dengan diwajibkannya berbagai amalan
bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan menjadikan kita sebagai makhluk

yang utama dan penuh dengan masa depan yang cerah. Semoga kita dijadikan sebagai
hamba-hamba-Nya yang taat dan ridha dengan semua keputusan-Nya. Amin ya
Rabbal ‘alamin.
| Oleh : Ahmad Islan |

0 komentar:

Buletin Terbaru

Radom Post

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS