UNTUK MENDAPATKAN BULETIN AL-IMAN DALAM BENTUK PDF KLIK TAHUN 1 TAHUN 2 TAHUN 3

Home » , » SELAMATKANLAH KAUM WANITA

SELAMATKANLAH KAUM WANITA

Written By Unknown on Kamis, 14 Februari 2013 | 07.45




Pada masa modern ini, pembicaraan tentang wanita termasuk pembicaraan yang telah menyita banyak waktu semua orang, dari kalangan intelektual maupun dari kalangan awam. Betapa tidak, kaum wanita dengan kelemahlembutannya dapat melakukan hal-hal spektakuler yang dapat mengguncangkan dunia, ia juga melahirkan tokoh-tokoh besar yang dapat membangun dunia. 

Namun ia juga bisa berperan menjadi penghancur dunia yang paling potensial. Untuk mengetahui bagaimana semestinya posisi kaum wanita yang tepat, maka kita perlu mengetahui bagaimana posisi kaum wanita di kalangan generasi terdahulu sebelum datangnya Islam.
Allah menjelaskan tentang Ratu Saba’: “Sesungguhnya aku (burung hud-hud) mendapati seorang ratu yang menguasai mereka dan ia dianugrahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.” (QS. an-Naml: 23).

Sementara di belahan bumi lain, Allah menceritakan sisi yang berlawanan dari itu: “Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh.” (QS. at-Takwir: 8-9)

Itulah kondisi kaum wanita di masa jahiliyah; ibarat barang yang terhina dalam keluarga dan masyarakat, diperbudak oleh kaum pria. Hari kelahirannya adalah hari dimana semua wajah menjadi kecewa, dan tidak lama kemudian ia akan dikubur hidup-hidup dalam kubangan tanah yang digali oleh ayahnya sendiri. Inilah akibat dari jauhnya akal masyarakat dari cahaya wahyu. Inilah gambaran umat yang dilahirkan oleh berhalaisme dan dididik oleh para tukang sihir dan peramal.

Islam Memuliakan Perempuan

Dengan demikian Islam telah meletakkan dasar dan pondasi yang begitu kokoh untuk membangun pribadi wanita yang baru berdasarkan wahyu dari Dzat yang telah menciptakannya. Dan pemuliaan Islam terhadap wanita tidak cukup sampai di sini, Islam bahkan telah menjadikan ibu sebagai orang yang lebih dihormati daripada seorang ayah. Seorang pria bertanya: “Wahai Rasulullah! Kepada siapakah aku berbakti?” Beliau menjawab: ”Ibumu” Ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa?” beliau menjawab: “Ibumu.” kemudian ia bertanya lagi: “lalu kepada siapa ? beliau menjawab: “Ibumu” kemudian ia bertanya lagi “lalu kepada siapa ?” barulah beliau berkata: “ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Makar Musuh Islam

Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam telah mengetahui bagaimana nilai hijab syar’i dalam melindungi seorang muslimah, mereka juga paham perintah untuk “tinggal di rumah saja” memberikan pengaruh yang sangat besar dalam menjaga wanita muslimah, dalam menjaga kesucian dan kemuliaannya. Oleh karena itu, kita dapat melihat bagaimana mereka memerangi hijab muslimah tanpa ampun.

Suatu waktu mereka menyebutnya sebagai sebuah kezaliman dan kejahatan atas wanita. Atau sebagai penghalang yang merintangi berkembangnya dunia ketiga. Pada kesempatan yang lain mereka menyebutnya sebagai budaya Arab saja. 

Seiring dengan itu, mereka juga mendorong para wanita muslimah untuk keluar dari rumah-rumah yang telah melindungi mereka dengan alasan persamaan hak dan derajat antara pria dan wanita. Dan yang masih saja hangat sampai hari ini adalah sebuah ide sekuler yang berhasil ditanamkan oleh musuh-musuh Islam ke dalam otak sebagian kaum muslimin; yaitu ide melakukan perombakan terhadap fikih Islam yang katanya hanya berpihak pada kaum pria, sehingga lahirlah ide “Fikih Perempuan.” 

Semua itu dilakukan oleh musuh-musuh Islam bukan karena mereka kasihan dan ingin menolong wanita muslimah atau karena cinta kepada kaum muslimin. Sekali-kali tidak, hal ini, karena kebencian yang terpendam dalam hati-hati mereka; “Beginilah kalian, kalian mencintai mereka padahal mereka sama sekali tidak mencintai kalian.” (QS. Ali-Imran: 119)

Permusuhan terhadap Hijab

Para hamba Allah yang saya cintai, bukankah kaum Yahudi telah memancangkan permusuhannya terhadap hijab sejak mereka mengatur siasat untuk merobek hijab seorang muslimah dan menampakkan auratnya di pasar Bani Qainuqa’??! Dan hingga kinipun, permusuhan itu tetap membara, sebab mereka mengetahui bahwa rusaknya kaum wanita pertanda rusaknya tatanan masyarakat. 

Namun sangat disayangkan, entah berapa banyak dari kaum muslimin yang menyerahkan diri mereka kepada tipu-daya mereka. Entah berapa banyak dari kaum muslimin yang turut serta membantu mereka memerangi hijab syar’i ini. Mereka inilah para korban “brain washing” alias cuci otak yang dilancarkan oleh kaum kafir dalam berbagai aspek kehidupan.

Nasehat untuk Semua 

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, sesungguhnya istri-istri kita, saudari- saudari kita, dan putri-putri kita adalah bunga-bunga yang menghiasi taman kehidupan kita. Mereka adalah belahan hati kita semua. Namun hampir-hampir saja kita tidak lagi dapat merasakan keindahan bunga itu karena ada sebuah tiupan angin kencang yang sebentar lagi akan merenggutnya. Apakah anda sekalian mengetahui angin kencang apakah itu? Ia adalah angin westernisasi yang mengajak mereka melepaskan hijab, bercampur baur dengan kaum pria dan membisiki mereka agar membuang rasa malu mereka untuk bercampur-baur dengan kaum pria. Angin kencang ini ditiupkan melalui lembaran-lembaran surat kabar dan majalah, melalui roman-roman percintaan, melalui siaran-siaran televisi dan radio atau media-media informasi lainnya.

Mereka telah mendorong kaum wanita mengubur sendiri dirinya hidup- hidup; bukan di dalam tanah, tetapi di dalam sifat ‘iffah mereka yang telah hilang, ke dalam kehormatan mereka yang tercabik-cabik, dan ke dalam kesucian mereka yang telah ternoda! Lalu apakah gunanya hidup mereka setelah itu? Mereka telah melakukan perbuatan yang lebih keji dari apa yang pernah terjadi di masa Jahiliyah dulu. Bagaimana anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup di masa itu akan mendapatkan Surga Allah, disebutkan dalam Musnad Imam Ahmad bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda: “Anak-anak perempuan yang dikubur hidup- hidup itu di Surga.”

Oleh karenanya, kami menyerukan kepada para penanggung jawab kaum wanita, para bapak, para suami dan para saudara, renungkanlah, dan kami mengingatkan pula para pemudi Islam agar mereka tidak mendengarkan tipuan- tipuan musuh-musuh anda yang selalu menampakkan indahnya hidup bercampur baur dengan kaum pria atas nama kebebasan, kemajuan dan kemoderenan.“Dan tinggallah kalian (para wanita) di dalam rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian berhias seperti berhiasnya kaum jahiliyah pertama, dan tegakkanlah shalat, tuanaikanlah zakat, dan taatilah Allah beserta Rasul-Nya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Akhirnya, semoga wasiat ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca sekalian dalam proses perbaikan terhadap ummat yang kian terpuruk ini.

Semoga bagi kita sekalian dianugrahkan taufik dan inayah untuk membangun kekuatan dan kejayaan ummat seperti sedia kala. Amin. (Diringkas dari: Kumpulan Khutbah karya Muhammad Ihsan Zainudin)
[Oleh: Syamsi Palahudin]

0 komentar:

Buletin Terbaru

Radom Post

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani
Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS